Our Testimonials

Testimonial at Glance Student Testimonials of University of Groningen and Wageningen University
  • Caecilia Pradnya / Alumni BSc Psychology UI, MSc Psychology University of Groningen

    Satu tahun kuliah di Groningen sama sekali gak kerasa. You will find your home away from home. Dari pertama dateng bikin deg-degan, sampai pulang nangis-nangis karena nggak tahu kapan bisa balik lagi ke Groningen. Ketemu banyak temen internasional dan sesama pelajar Indonesia yang senasib bikin lebih menghargai waktu selama di sana. But you have to prepare yourself, karena kuliah di sana nggak segampang yang dibayangin. Resit? Sudah biasa. Homesick? Sudah pasti. Yang penting, bikin zona nyaman untuk diri sendiri. Then time will flies.

  • Benedicta Bella Benita / Alumni SMA Laurensia 2016, BSc Chemical Engineering 2016-2017

    Studying in RuG has been a great experience for me. There are many international student so you can definitely expand your connection with people from different culture and personality. Moreover, the professor here are really fun! Groningen is a very beautiful city! Although Groningen is a small city, it is alive until night. There are many places that you can explore! Dont forget to bring indomie and bon cabe as the food here taste bad, yet in general, you will definitely love this city πŸ™‚

  • Ikra Halki / Alumi SMA Madania and BSc Student Chemical Engineering 2016

    Pindah ke Groningen itu pengalaman yang gak ada dua nya. Disini walaupun kotanya kecil, semua hal tersedia tanpa harus pergi ke kota2 besar. Ditambah lagi, disini beneran definisinya kota mahasiswa. Kota ini dibangun berdasarkan kebutuhan mahasiswa. Pokoknya kalian ga akan kesepian karena hampir setiap minggu disini ada aja acara menarik yang bisa kalian datengin. Platform buat kenal sesama international students banyak banget, entah itu di kampus, di library, international student house, dll. Gua sendiri tinggal di international student house, isinya 40an orang. Disini seru banget, gua jadi kenal banyak international students disini dan orangnya asik-asik kok! Kalian juga ga akan kekurangan orang indonesia kok, disini banyak banget orang Indonesianya, entah itu Bachelor, Master atau PhD. Kalian bisa kenal sama senior-senior yang 3-4 tahun diatas kalian dan ujung-ujungnya main bareng sama mereka. Kandidat PhD nya juga ramah banget, mereka udah kayak temen seumuran kok. Disini kira-kira ada 400 mahasiswa dari Indonesia, gua aja disini masih belom kenal sebagian besarnya. Tapi, satu hal yang harus kalian perhatiin adalah kalian jangan meremehkan materi pelajaran disini. Walapun di surface keliatannya gampang, tapi kalian juga tetep harus usaha kalo mau lulus dan dapet nilai bagus. Tapi percaya kok, dapet nilai bagus itu doable disini. Oh, dan salah satu hal yang keren lagi dari universitas ini, salah satu professor kimia kita ada yang baru menang Nobel Prize. Gua sebagai mahasiswa Teknik Kimia bangga banget punya profesor yang pernah menang Nobel Prize. Kalo kalian kangen sama suasana rumah, disini banyak kok masakan Indonesia. Restoran Indonesia sendiri minimal ada 3, itu pun mungkin masih ada aja yang gua belom tau. Tempe, Opor, Soto, Sate, disini ada kok. Kalo kalian mau nanya-nanya lagi soal kehidupan disini jangan ragu2 ya ngekontak gua atau Ean! Kita seneng banget kalo ada anak Madania lagi kesini!

  • Muhammad Raihan Markatin / Alumi SMA Madania and BSc Student Chemical Engineering 2016

    Belajar di University of Groningen dari September tahun lalu dan beberapa hal yang bisa diambil adalah: hidup sendirian di Negara asing itu gak gampang. Tuntutan akademis disini juga lumayan. Workload yang paling banyak adalah self-study. Mungkin waktu di kampus gak lama banget tapi kalian di expect untuk belajar sendiri dirumah. Buat ujian, biasanya harus belajar h-seminggu kalau mau lulus terus h-dua minggu kalau mau bagus. Itu juga belum tentu, tergantung matkulnya. Dosen-dosennya juga enak ngajarnya dan tentunya keren semua. Dosen di Fakultas MIPA (kimia) kemaren menang Nobel Prize. Keren kan kalau kalian bisa bilang β€œDosen gw menang Nobel Prize lho!” Jumlah student internasional di course Chemical Engineering gak banyak tapi itu gak jadi masalah karena semua orang Belandanya nyaman aja ngomong bahasa Inggris sama kita. Groningennya sendiri nyaman banget. Student city. Banyak banget mahasiswa. Orang Indonesianya juga banyaaaaak. Kalian nggak akan ngerasa sendiri.. tinggal reach out aja sama orang – orang Indonesia yang udah disini. Dari yang ngambil S3, S2, sama S1. Lengkap orang Indonya. Kalau anak S1 selain yang full bachelor di University of Groningen banyak anak double degree dari FE UGM sama FE UI jadi kalian akan ketemu mereka selama studi di sini. Ada restoran Indonesia yang enak dan kalau mau nyari indomie, boncabe, dll itu juga udah ada di Asian supermarket. Gw sama Eki pengen lebih banyak anak madania yang masuk ke University of Groningen! Coba baca-baca aja tentang program yang ditawarkan sama universitas ini terus kalau mau nanya-nanya bisa ke staff GROW atau langsung ke gw dan Eki. Sukses di jenjang pendidikan selanjutnya!

  • Zulhaj Rizki / Alumni MSc Food Technology Wageningen University 2013

    Testi pertama di Belanda pada umunya,.. semua harus dikerjakan sendiri. Pas baru datang juga tidak ada seperti porter gitu. Jadinya semua koper2 harus diangkat sendiri. Untungnya kami dateng rombongan, jadinya bisa saling membantu. Ga perlu waktu lama untuk membuat kami yang baru datang seangkatan ini menjadi akrab seperti keluarga. Dan kami (angkatan 2013 khususnya, dan PPI Wageningen pada umumnya) benar-benar saling membantu. Ada yang butuh apa, kalo yang lainnya bisa bantu bener2 dibantu. Dan yang paling penting dapet banyak barang hibahan dari anggota PPI yang mau pulang. Ga perlu takut ga bisa makan nasi, banyak yang jual beras. Bahkan tempe pun ada. Ulekan pun ada yang jual di sini (walau pun relatif mahal si) Semua toko punya website di sini. Jangan lupa cek waktu buka dulu sebelum belanja. Terutama pas weekend. Ada beberapa toko yang buka, tapi tidak semuanya dan tidak sepanjang hari. Pengalaman jam 10 pagi ke city centrum dingin2 habis hujan karena kehabisan bahan makanan, tapi toko2 ga ada yang buka. Terus, kalo diskon disini bener2 diskon, kalo di Indo kan mau diskon dinaikin dulu lah harganya, atau masa diskon sepanjang tahun. Di sini diskon bener2 diskon (1 gratis 1, ambil 3 bayar 1, dll) dan ada periodenya, jadi sering2 cek diskon di websitenya... Setiap hari sepedaan, dan di sini pengendara sepeda bener2 didahulukan. Berkali-kali mau nyebrang jalan ada mobil lagi kenceng, dan mobil tersebut berhenti dan bener2 menunggu sampai sepedanya selesai menyebrang. Syaratnya cuma satu, berjalanlah di jalan yang benar. Yang paling dahsyat adalah cuaca. Kami tiba ditengah summer. Matahari bersinar, tapi tetap saja dingin. Dan sekarang baru mau musim gugur tapi sudah 8 derajat.. Perlengkapan musim dingin mulai dipakai. Semoga kami bisa menghadapi musim dingin... Untuk kuliahnya, benar2 dahsyat. Kalau biasanya kuliah hanya sekali dua kali seminggu. Kuliah disini setiap hari. Belum lagi lab dan laporan praktikum. Benar-benar mantap.

  • Widya Putra

    Sungguh beruntung bisa memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi S2 saya di bidang Food Quality Management di Wageningen University yang merupakan salah satu universitas terbaik di Eropa di bidang Food dan Agriculture. Wageningen University merupakan universitas internasional yang memiliki mahasiswa/i yang berasal dari lebih 150 negara. Dengan fasilitas universitas yang lengkap dan lingkungan yang multikultural, saya tidak hanya belajar dalam hal akademik, tetapi juga belajar cara bersosialisasi di era globalisasi ini.

  • Meinneke Karolin

    Justru disini, saya belajar bermain alat musik tradisional Indonesia, terutama angklung. Disini, kita pelajar sering diajak pentas bersama Perkumpulan Warga Indonesia (Perwarindo). Wageningen juga merupakan kota pelajar yang didominasi international student. Jadi, selain belajar kebudayaan Belanda, kita juga bisa belajar kebudayaan teman2 dari benua lain, misalnya Afrika. Kalau di jakarta, pemandangan setiap pagi adalah macet dengan mobil, disini macet dengan sepeda. Karena semua pelajar rata-rata bersepeda. Mau cerah atau hujan, musim panas atau musim dingin, mari kita tetap bersepeda. Parkiran di kampus pun didominasi dengan sepeda. Tapi satu hal yang sangat dirindukan para pelajar Indonesia, tukang bakso / tukang nasi goreng keliling. Karena disini memang tidak ada penjaja makanan keliling. Kalau mau bakso/nasi goreng, yuks mari kita masak sendiri...